Anda pastinya pernah mendengar sebuah perguruan yang bergerak pada seni bela diri yang bernama PSHT atau Persaudaraan Setia Hati Terate ini. Perguruan ini sudah lama berada di Indonesia dan memiliki banyak cabang di hampir seluruh wilayah Indonesia. Sehingga tidak mengherankan bila banyak yang penasaran dengan arti persaudaraan PSHT. Sama seperti bela diri pada umumnya yang memiliki tingkatan ilmu atau keterampilan, di PSHT pun memiliki tingkatan sabuk. Umum sekali di perguruan bela diri untuk mengenakan sabuk atau tanda lainnya sebagai penunjuk tingkatan ilmu bela diri.
Informasi mengenai arti persaudaraan dan tingkatan sabuk ini bukanlah informasi yang sifatnya rahasia sehingga Anda pun boleh-boleh saja tahu mengenai hal ini tanpa menjadi bagian dari perguruan. Anda pastinya paham betul bahwa perguruan memiliki aturan tersendiri dan rahasia yang hanya boleh diketahui oleh anggotanya. Ulasan di bawah ini akan membantu Anda untuk kenal lebih dekat dengan perguruan bela diri tertua di Indonesia ini.
Arti Persaudaraan PSHT
Perguruan PSHT sudah ada sejak 100 tahun yang lalu bila menghitung dari proses perintisan awalnya di Pilanbango oleh Ki Hadjar Oetomo. Namun, secara resmi organisasi PSHT baru berdiri pada tahun 1948 silam. PHST basis operasinya berada di Indonesia tetapi cabangnya sudah merambah dan berkembang hingga ke luar negeri.
Orang awam biasanya merasa tidak nyaman dengan perguruan-perguruan bela diri karena merasa takut dengan para anggotanya. Ketakutan tersebut tentunya bukan tanpa alasan yang jelas karena memang penggiat bela diri akan memiliki kemampuan dan pembawaan yang berbeda dari orang awam. Setelah mengetahui arti persaudaraan PSHT, Anda tidak akan merasa takut atau khawatir karena penggiat bela diri sejati tidak akan menggunakan ilmunya untuk menyakiti orang tidak bersalah.
Di dalam perguruan PSHT sendiri selalu menanamkan untuk menggunakan ilmu bela diri yang sudah para anggotanya pelajari untuk membantu sesama makhluk. Ilmu bela diri ini sebagai sarana untuk hidup lebih baik dengan hati yang tenang, adil, bijaksana, jujur, serta budi pekerti luhur.
Informasi Tingkatan Sabuk PSHT
Setelah mempelajari mengenai arti persaudaraan PSHT, Anda pastinya sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui informasi mengenai tingkatan sabuk di PSHT, bukan? Maka, silakan simak ulasan mengenai tingkatan sabuk tersebut di bawah ini.
Tingkatan Sabuk Siswa
Sabuk siswa adalah tingkatan awal bagi para pemula yang baru saja mulai berguru di PSHT. Sesuai dengan namanya, Anda akan mempelajari banyak hal ketika sedang berada di tingkatan sabuk Siswa. Anda tidak hanya belajar mengenai seni bela diri tetapi juga mengenai moral dan mental spiritual.
Belajar untuk memiliki keterampilan yang lebih dari manusia pada umumnya tentu saja membutuhkan moral yang tinggi dan mental spiritual yang kuat. Dengan demikian hasil belajar di PSHT tidak merugikan orang lain karena perilaku yang semena-mena.
Pada tingkatan sabuk Siswa ada beberapa tingkatan yang berbeda dan di tingkatan ini pula para Siswa belajar dasar arti persaudaraan PSHT. Inilah keempat tingkatan ketika menjadi seorang Siswa PSHT.
Sabuk Siswa Polos
Ketika pertama kali bergabung Anda akan mendapatkan sabuk polos dengan warna hitam. Pemegang sabuk ini merupakan orang yang belum mengenal atau mengetahui mengenai SH Terate dengan baik. Pada tingkatan ini Anda akan mempelajari dasar-dasar ilmu bela diri dan gerakan-gerakan bela diri yang ringan.
Sabuk Siswa Jambon
Bila lulus ujian kenaikan tingkat, Anda akan mendapatkan sabuk baru berwarna merah jambu. Sabuk ini akrab dengan nama jambon dan menjadi tingkat kedua dari tingkatan siswa di PSHT. Warna merah muda di sabuk PSHT ini melambangkan ragu-ragu. Sudah ada perkembangan dari segi keterampilan dan ilmu tetapi pemahaman ini masih belum sempurna dan sangat mendasar sekali.
Sabuk Siswa Ijo
Ujian kenaikan berikutnya akan mengantarkan Anda ke tingkatan sabuk ijo. Di tingkatan ini Anda akan mendapatkan peningkatan ilmu bela diri termasuk di antaranya pukulan, tendangan, dan pertahanan. Anggota yang berhasil masuk ke tingkat ini artinya mereka memiliki pemahaman arti persaudaraan PSHT yang sudah dalam dan memiliki ketenangan serta keteguhan di hatinya.
Sabuk Siswa Putih
Anda mungkin mengira bahwa sabuk polos merupakan sabuk PSHT yang berwarna putih. Akan tetapi, sabuk putih ini merupakan tingkatan siswa tertinggi di PSHT. Pada tingkatan ini Anda sudah menguasai hampir semua ilmu bela diri PSHT. Yang tertinggal adalah jurus ke-36 yang belum Anda pelajari di tingkatan siswa putih ini. Warna putih melambangkan kesucian dan harapannya mereka yang berada di tingkatan ini sudah tahu arah ke kebajikan dan bisa membedakan antara benar dan salah.
Baca juga: Mengenal Panca Dasar PSHT dan Maknanya
Tingkatan Sabuk Warga
Setelah Anda lulus sebagai siswa putih, tingkatan yang menunggu Anda selanjutnya adalah Warga. Tingkatan ini bisa Anda dapatkan setelah menjalani serangkaian ujian dan pengesahan di PSHT. Sabuk warga menggunakan kain mori berwarna putih.
Pada tingkatan Warga pun terbagi menjadi tiga, yaitu Warga Tingkat I atau Satria, Warga Tingkat II atau Ngalindra, dan Warga Tingkat III atau Pandhita. Untuk naik ke tingkatan-tingkatan itu Anda harus mengikuti ujian tertentu dari PSHT. Berbeda dengan Warga Tingkat I yang menggunakan kain mori putih, Warga Tingkat II dan Warga Tingkat III menggunakan selendang.
Barutahukan Anda mengenai arti persaudaraan PSHT beserta tingkatan-tingkatan yang tersedia? Sekarang tentunya Anda sudah menyadari bahwa PSHT bukan perguruan bela diri untuk mencetak pribadi-pribadi yang jauh dari kebajikan. Justru sebaliknya, mereka yang tergabung di PSHT mendapatkan pengajaran mengenai hidup dengan budi pekerti luhur dan peduli terhadap sesamanya.








